Pendidikan Guru Sekolah Dasar

 

Assalamu’alaikum Warohmarullahi wabarrakatuh.

Perkenalkan saya Niken Cahya Mamonto, mahasiswa program studi PGSD di Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang sekarang sedang menjalani semester ke 6.

Saya di sini ingin berbagi cerita dan pengalaman saya saat mengikuti kKuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional di Malaysia. Pada awalnya saya mendaftar untuk ikut serta sebagai mahasiswa KKN-KI saya tidak berharap untuk lulus. Kenapa? Karena saya piker banyak sekali mahasiswa yang lebih baik dari pada saya, yang lebih mampu, dan lebih berpengetahunan dari pada saya. Namun tanpa saya duga takdir membawa saya lulus untuk bisa mengikuti KKN-KI di Malaysia.

Awalnya adalah pemasukan berkas yang sesuai yang di minta, kemudian mendaftar pada link yang sudah dibagikan. Setelah itu saya melalui dua tahapan seleksi wawancara. Yang pertama adalah seleksi kampus, dimana yang ditanyakan adalah kesiapan mengikuti KKN-KI, kemudian tahapan yang kedua adalah seleksi wawancara ALPTK PTMA dimana seleksi wawancara tersebut dilakukan secara daring melaui aplikasi zoom meeting dan seleksi itu diikuti oleh beberapa PTMA. Yang ditanyakan adalah kesiapan dan Program apa saja yang akan kita lakukan selama mengabdi di Malaysia.

Alhamdulillah, setelah melalui dua tahapan seleksi saya dinyatakan lulus bersama 6 orang lainnya. Kemudian saya mulai menyiapkan apa saja yang akan dibawa untuk Pengabdian KKN-KI di Malaysia. kami berangkat pada hari Minggu tanggal 12 Maret 2023 dan Sampai di Malaysia pada Senin 13 Maret 2023. Saat perjalanan ke Malaysia, ada beberapa kendala yang di temui terutama saat berada bandara Internasional Soekarni Hatta dimana kami tertahan karena belum membeli tiket pulang.

Kemudian saat sampai di Malaysia melalui bandara Internasional Kuala Lumpur kami langsung di jemput oleh Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan langsung di arahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk mengikuti Acara Penyerahan peserta KKN-KI.

Setelah acara, kami langsung dijemput oleh masing-masing Pengelola Sanggar Bimbingan. Ya, Kami di Malaysia membawa misi utama yaitu Mengajar. Inilah letak perbedaan dari KKN biasa dengan KKN-KI yang saya ikuti. Dimana KKN biasa akan mengabdi pada masyarakat sekitar yang kebanyakan adalah Desa sedangkan KKN-KI yang saya ikuti adalah Pengabdian dalam bentuk mendidik atau mengajar.

Dari awal pertemuan persiapan, kami sudah dibilang bahwa yang kami lakukan hanyalah mengajar dan mendidik. Dan tempatnya bukanlah sekolah formal. Lebih tepatnya adalah Sanggar Bimbingan atau biasa disingkat SB. Memang hanya mengajar, namun yang membuatnya terasa istimewa adalah anak-anak yang akn kita didik/ajar adalah anak-anak yang kebanyakan tidak mempunyai dokumen resmi atau biasa disebut illegal. Kenapa? Karena anak-anak ini adalah anak-anak Indonesia yang terdaftar di Malaysia maupun Indoensia.

Tapi jangan salah. Meskipun identitas mereka tidak terdaftar, namun semangat belajar mereka sangat besar. Bahkan cita-cita mereka sangat tinggi. Ada yang ingin menjadi dokter, ada yang ingin menjadi pilot, dan ada yang ingin menjadi seorang pengusaha. Mereka juga sangat ingin belajar tentang Negara mereka sendiri yaitu Indonesia. Dengan melihat semangat mereka untuk belajar, terkadang merasa tertampar. Disaat banyak dari kita di Indonesia yang mempunyai dokumen lengkap, mempunyai uang yang cukup untuk membayar pendidikan, justru tidak ingin melanjutkan pendidikan ataupun tidak ingin sekolah. Namun mereka yang berada di luar terutama di Malaysia, mereka tidak mempunyai dokumen resmi untuk mendaftar di sekolah, keuangan mereka juga tidak menentu, tapi semangat mereka untuk belajar sangatlah besar.

Lokasi saya untuk turun KKN-KI ini berada di daerah kepong. Sanggar Bimbingan Kepong namnya. Kepala Pengelolanya adalah Pak Ikhwan. Bersama dengan Ibu Salimah dan Pak AKil yang mengelola Sanggar Bimbingan ini. Sanggar ini berdiri dari tahun 2022 dan kurang lebih sudah satu tahun berjalan. SB Kepong berdiri dibawah naungan PCIM Malaysia bersama dengan SB Sentul. Saya ditempatkan bersama dengan 2 orang lainnya dari Universitas Muhammdiyah Mataram. Waktu kami di sana selama kurang lebih 27 hari.

Dari 27 hari tersebut, banyak pengalaman yang saya dapatkan. Karena saya mengambil prodi PGSD dan sudah pasti adalah Pendidikan, saya banyak mendapatkan pengalaman dalam mengajar. Merasakan dengan nyata bagaimana susahnya mendidik. Merasakan bagaimana seorang guru yang harus mengahadapi kekacauan kelas dengan tenang, dan harus mengahadapi bermacam-macam sifat anak-anak didik. Ingin marah, tapi tidak boleh berkata kasar karena nanti bisa di ikuti oleh anak-anak.

Melalui program KKN-KI ini saya memiliki semangat dan motivasi baru untuk menjadi seorang pendidik. Dan berbagi ilmu yang saya tahu dengan mereka adalah suatu kepuasan tersendiri bagi saya.

Melalui Program ini juga, saya pertama kali mengikuti konferensi Internasional. Namanya adalah ICEDUALL atau Internasional Conference Education for All. Dalam konferensi ini saya dan teman-teman saya akan di uji melalui wawancara apa saja yang dilakukan selama pengabdian KKN-KI ini dan apakah sudah terlaksana dengan baik atau tidak, yang ditandai dengan tugas yaitu membuat jurnal, kesan dan pesan, dan laporan akhir kegiatan.

Setelah kegiatan ICEDUALL selesai, kami dibebaskan untuk pulang lebih awal. Saya dan teman-teman saya dari SB Kepong masih menetap selama 2 hari kemudian berpamitan pulang dan kembali ke Indonesia.

Selama perjalanan kembalipun saya mendapatkan banyak pengalaman. Kenapa? Karena waktu perjalanan pulang saya kurang lebih 3 hari 2 malam, dimana saya mendapatkan tiket pulang dengan banyak transit. Suatu pengalaman luar biasa bagi saya untuk dapat mengikuti KKN-KI ini dari ALPTK PTMA dan KBRI. (Niken Cahya Mamonto)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *