Pendidikan Guru Sekolah Dasar


GORONTALO
– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) terus memperkuat komitmennya dalam melahirkan tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan Pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan I (PLP 1) Tahun Akademik 2025-2026 yang digelar secara intensif di lingkungan kampus.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi bagi calon guru, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Matematika. PLP 1 dirancang sebagai tahapan awal bagi mahasiswa untuk mengenal medan pengabdian mereka nantinya, yakni sekolah, melalui observasi langsung terhadap kultur, manajemen, dan dinamika pembelajaran di institusi pendidikan.

Pesan Filosofis

Turut hadir memberikan arahan, Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan di masa depan menuntut adaptivitas yang tinggi. Beliau menyampaikan pesan penting mengenai urgensi pendalaman kapasitas bagi setiap mahasiswa calon guru.

Menurut Rektor, mahasiswa tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang didapatkan di dalam kelas. Sebaliknya, masa PLP 1 harus dijadikan momentum untuk menggali potensi diri, memahami karakter peserta didik yang beragam, serta memperdalam kemampuan literasi digital dan metodologi pengajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. “Kapasitas seorang pendidik akan terlihat dari sejauh mana ia mampu membaca situasi dan memberikan solusi kreatif di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan acara, Dekan FKIP UMGO, Prof. Dr. H. Abd. Hamid Isa, M.Pd, menyampaikan arahan yang sangat fundamental bagi para calon guru. Beliau menegaskan bahwa seorang pendidik adalah figur yang digugu dan ditiru, sehingga kualitas diri harus disiapkan sejak dini.

“Pembekalan ini bukan sekadar syarat administratif untuk mendapatkan nilai, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan teori-teori di ruang perkuliahan dengan realitas di lapangan. Saya berharap mahasiswa dapat menyerap setiap butir materi yang disampaikan para narasumber untuk kemudian diimplementasikan secara konkret saat berada di sekolah mitra nanti,” ujar Prof. Hamid dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, beliau memberikan catatan khusus mengenai etika dan kepribadian. Menurutnya, kepintaran seorang guru dalam menguasai materi pelajaran akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan karakter yang baik.

“Saya menekankan pentingnya menerapkan hal-hal dasar namun sangat berpengaruh, seperti sikap ramah, murah senyum, santun dalam bertutur kata, dan menunjukkan empati. Seorang mahasiswa PLP harus menjadi teladan di sekolah. Ingatlah, kehadiran Anda di sekolah membawa nama besar almamater Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Jadilah pribadi yang menyenangkan bagi guru-guru di sana dan juga bagi para siswa,” tambahnya.

Edukasi Komprehensif dari Para Panelis Ahli

Untuk memberikan wawasan yang menyeluruh, panitia menghadirkan sederet pakar yang membedah berbagai aspek penting dalam dunia pendidikan. Materi pertama mengenai “Penguatan Kapasitas Guru Profesional Melalui PLP I” disampaikan oleh Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd, yang menyoroti bagaimana mahasiswa harus mulai membangun profil profesional mereka sebagai pendidik masa depan.

Selanjutnya, Dr. Moh. Firyal Akbar, M.Si memaparkan materi tentang “Etika dan Kompetensi Sosial Peserta PLP I”. Beliau mengingatkan bahwa kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dengan warga sekolah adalah kunci suksesnya pelaksanaan praktik lapangan. Sementara itu, Prof. Dr. H. Abd. Hamid Isa, M.Pd kembali memberikan penguatan materi mengenai pengembangan profesionalitas guru yang berkelanjutan.

Aspek teknis dan kualitas juga tidak luput dari pembahasan. Yusraningsih H. Pongoliu, S.Pd, M.Pd bersama Hikmaturrahman, M.Pd membedah materi “Penjaminan Dan Standar Mutu PLP I”. Sesi ini sangat krusial agar mahasiswa memahami parameter keberhasilan dan standar operasional prosedur yang harus dipatuhi selama masa observasi.

Sebagai penutup rangkaian pembekalan, Nursyaida, S.Pd, M.Pd memberikan “Orientasi dan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Lapangan”. Dalam sesi ini, mahasiswa dipandu mengenai tata cara pengisian jurnal harian, instrumen observasi, hingga teknis pelaporan akhir yang menjadi syarat kelulusan mata kuliah PLP 1.

Harapan dan Output Kegiatan

Melalui pembekalan yang sangat detail ini, FKIP UMGO berharap mahasiswa mampu melakukan observasi secara tajam terhadap kultur sekolah, struktur organisasi, dan peraturan yang berlaku di sekolah mitra. Mahasiswa dituntut untuk mampu menganalisis keterkaitan antara teori kependidikan dengan praktik nyata di kelas.

Kegiatan pembekalan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dinamis, menunjukkan antusiasme mahasiswa untuk segera mendedikasikan diri di lapangan. Dengan bekal ilmu dan penekanan karakter dari Dekan, mahasiswa PGSD dan Pendidikan Matematika FKIP UMGO kini siap melangkah menjadi calon pendidik yang mencerahkan dan berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *